Bismillah

Bismillah

Jumat, 13 Januari 2017

Laporan Praktikum Eloktronika Lanjut PENGUAT TRANSISTOR

PENGUAT TRANSISTOR
KARAKTERISTIK TRANSISTOR SEBAGAI SAKLAR BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA ARUS, TEGANGAN BASIS, EMITOR, DAN KOLEKTOR
Nur Laila Jamil
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jend. Sudirman No. 6 Kota Gorontalo

ABSTRAK
            Transistor Merupakan komponen elektronika yang terdiri dari tiga lapisan semikonduktor, diantaranya contoh NPN dan PNP. Transistor memiliki 3 kaki elektroda, yaitu Basis (Dasar), Kolektor (Pengumpul) dan Emitor (Pemancar), dengan adanya 3 kaki elektroda tersebut, tegangan atau arus yang mengalir pada satu kaki akan mengatur arus yang lebih besar untuk melalui 2 terminal lainnya.
            Transistor mempunyai dua kegunaan yaitu sebagai saklar dan untuk menguatkan arus. Prinsip yang di pakai didalam transistor sebagai penguat yaitu arus kecil pada basis dipakai untuk mengontrol arus yang lebih besar yang diberikan ke kolektor melalui transistor tersebut. Dari sini bisa kita lihat bahwa fungsi dari transistor adalah hanya sebagai penguat ketika arus basis akan berubah. Perubahan arus kecil pada basis inilah yang dinamakan dengan perubahan besar pada arus yang mengalir dari kolektor ke emitter.
            Saklar adalah suatu komponen yang memiliki dua keadaan yaitu on dan off. Pada kondisi off arus tidak bisa mengalir kerena terputus aliran arusnya. Sedangkan pada kondisi on tidak ada hambatan yang menghalangi sehingga arus mengalir dengan bebas.
            Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu untuk membuktikan bahwa transistor dapat difungsikan sebagai saklar.
           

PENDAHULUAN
Transistor sering digunakan dalam rangkaian untuk memperkuat isyarat, artinya isyarat lemah pada masukan diubah menjadi isyarat yang kuat pada keluaran. Pada transistor bipolar sambungan p-n antara emitor dan basis diberi panjar maju sehingga arus mengalir dari emitor ke basis (Sutrisno, 1986).
Dalam operasi normal transistor, hubungan emitor-basis di catu maju sedangkan hubungan kolektor-basis di catu balik. Jadi, arus masuk ke transistor lewat terminal emitor dalam transistor p-n-p, sedangkan dalam transistor n-p-n, arus keluar transistor lewat terminal emitor. (D. Chattophandyay, et al. 1989)
. Kegunaan transistor dalam kehidupan sehari-hari yaitu saklar sebagai penguat arus, saklar otomatif untuk menyambung dan memutuskan arus, saklar sebagai orilator getaran frekuensi radio, dan saklar sebagai stabisator pada adoptor. (Erica Rosella 2008:107-108).
Sebuah rangkaian saklar elektronik dengan menggunakan transistor PNP dan transistor NPN dipakai menghidupkan dan mematikan LED. Ketika kita membutuhkan rangkaian yang dapat menyalakan LED ketika cahaya dari lingkungan sekitar mulai meredup. Rangkaian ini boleh jadi merupakan satu bagian dari sebuah keamanan. (Owen Beshop 2004:73)
Transistor dapat digunakan sebagai saklar elektronika dengan membuat transistor tersebut berada dalam kondisi cut off (saklar terbuka, arus tidak mengalir). Atau saturasi (saklar tertutup, sehingga arus mengalir). (Widodo Budiharto 2008:17).
Pada daerah saturasi, kolektor dan emiter seakan terhubung singkat. Arus yang mengalir pada kolektor dan emiter sangat besar, sehingga transistor seperti saklar tertutup. (Surjono, et al 2011).
Tujuan dari pelaksanaan percobaan ini guna untuk membuktikan bahwa transistor dapat berfungsi sebagai saklar melalui hubungan antara arus yang masuk melalui basis dan emitor kemudian melewati kolektor. Transistor memiliki sifat atau karakteristik saklar, ketika kaki basis transistor tidak diberi arus, tidak ada arus pada emitor, berarti transistor terbuka (saklar off) biasa disebut cut off. Sedangkan jika arus basis yang cukup diberikan maka arus kolektor akan mengalir ke emitor pada transistor. Jika arus pada basis diberikan lebih besar dari yang diperlukan oleh transistor untuk mencapai saturasi, maka transistor berada dalam keadaan over saturation, maka ini berarti transistor berada dalam keadaan saklar tertutup.
METODE
Lokasi
Kegiatan praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas Negeri Gorontalo. Lokasi ini dipilih sebagai tempat pelaksanaan praktikum dikarenakan memiliki fasilitas praktikum yang lengkap dan memadai, serta telah memenuhi kriteria dilaksanakannya praktikum. Praktikum ini berlangsung tanggal 5 Januari 2016 pukul 20.00 WITA sampai dengan selesai.
Alat dan Bahan
Dalam praktikum Elektronika lanjut ini, alat-alat yang digunakan yaitu 1 buah catu daya yang berfungsi sebagai pemberi arus dan tegangan dan multitester yang berfungsi untuk mengukur arus.
Bahan yang digunakan dalam pratikum Elektronika lanjut ini 1 keping PCB yang digunakan untuk merangkai, 1 buah resistor 1 K dan 1 buah Transistor type 9013, 1 keping PCB type berlubang sebagai tempat untuk merangkai atau menghubungkan bahan dengan kabel penghubung serta kabel penghubung untuk  menghubungkan rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lainnya.

RANCANGAN PENELETIAN

Hal yang pertama dilakukan dalam praktikum ini adalah merangkai bahan yang disediakan ke PCB dan dihubungkan menggunakan kabel penghubung. Rangkaian di susun berdasarkan skema ini. Setelah terangkai sesuai skema, rangkaian tersebut kemudian di hubungkan dengan catu daya dan alat ukur lainnya menggunakan kabel penghubung.
gambar 1 : skema rangkaian Transistor sebagai saklar tertutup

HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut adalah tabel hasil percobaan transistor :
Berdasarkan hasil percobaan diatas, maka dapat dibuat grafik seperti berikut :


Berdasarkan grafik  hubungan antara Tegangan (Volt) dan kuat arus listrik diatas terlihat bahwa tegangan dan kuat arus listrik berbanding lurus, yaitu ketika tegangan semakin besar maka kuat arus listrik akan ikut menjadi besar, begitupun sebaliknya.
Pada peraktikum ini, saat tegangan yang diberikan sebesar 2 volt sudah mulai ada arus yang muncul yaitu sebesar 0.5 mA, dan ketika tegangan dinaikkan menjadi 4 volt, 6 volt, 8 volt, dan 10 volt, maka arus akan ikut naik yaitu 1,9 mA, 3,4 mA, 4,9 mA, dan 6,3 mA. Kemudian ketika rangkaian di hubungkan dengan kabel penghubung dengan komponen yang lainya sesuai dengan skema rangkain dan diberikan tegangan sebesar 2 volt disini terlihat bahwa LED pada rangkaian telah menyala terang, dan ketika dalam kondisi cut off maka lampu akan padam.  Disinilah dapat terlihat bahwa transistor berfungsi sebagai saklar. Transistor sebagai saklar maksudnya adalah transistor digunakan pada salah satu kondisi yaitu saturasi atau cutoff. Jika ada transistor dalam kondisi saturasi maka transistor tersebut akan seperti saklar tertutup antara kolektor dan emitor, sedangkan jika transistor dalam kondisi cut off, maka transistor tersebut akan seperti saklar terbuka.
Hal ini sesuai dengan teori para ahli yaitu prinsip Transistor sebagai penghubung (saklar) yaitu transistor akan mengalami Cutoff apabila arus yang melalaui basis sangat kecil sekali sehinga kolektor dan emitor akan seperti kawat yang terbuka, dan Transistor akan mengalami jenuh apabila arus yang melalui basis terlalu besar sehingga antara kolektor dan emitor bagaikan kawat terhubung dengan begitu tegangan antara kolektor dan emitor Vce adalah 0 Volt dari cara kerja inilah kenapa transistor dapat difungsikan sebagai saklar (Anonim. 2011.karakteristik transistor).

KESIMPULAN
Dari grafik pada hasil dan pembahasan terlihat bahwa, hubungan antara tegangan dan kuat arus listrik saling berbanding lurus. Dimana, semakin besar tegangan maka semakin besar pula kuat arus listrik yang mengalir pada suatu rangkaian. Transistor dapat digunakan sebagai saklar  dengan membuat transistor tersebut berada dalam kondisi cut off (saklar terbuka, arus tidak mengalir) atau saturasi (saklar tertutup, sehingga arus mengalir).

SARAN
Pada Praktikum ini masih memiliki banyak kelemahan yang dimungkinkan karena kesalahan praktikan dalam melakukan pengamatan dalam mengukur serta kurangnya ketelitian dari praktikan dalam merangkai alat dalam peraktikum ini, dan di harapkan kepada pembaca agar dapat lebih menguasai cara pengoperasian dan merangkai alat yang digunakan sehingga akan lebih meminimalkan kemungkinan kesalahan yang akan terjadi.





DAFTAR PUSTAKA

Anonym. 2011. karakteristik transistor. Diakses diakses tanggal 12 Januari 2016, tersedia di: http://www.meriwardanaku.com/2011/11/karakteristik-transistor-transistor.pdf
Chattopadhyay dkk. 1989. Dasar Elaktronika. Jakarta : Universitas Indonesia
Erica Rosella, FISIKA, Jakarta: PT. Pustaka Media,2008.
Owen Bishop, Dasar-Dasar Elektonika, Jakarta: Erlangga, 2004.
Sutrisno. 1986. Elektronika: Teori Dasar dan Penerapannya, Jilid 1. Bandung: ITB
Surjono, Herman Dwi. 2011. Elektronika Lanjut. (Internet). Tersedia di http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Herman%20Dwi%20Surjono,%20Drs.,%20M.Sc.,%20MT.,%20Ph.D./Elektronika_lanjut-BAB3-sc.pdf. (Diakses tanggal 12 Januari 2016).
Widodo Budiharto, Panduan Praktikum Mikrokontroler AVR Atmegedia, Jakarta: PT. Elex Media, 2008.