Bismillah

Bismillah

Rabu, 16 September 2015

Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD

MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE
STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)

A. STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD)
            Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan Teman-temanya di Universitas John Hopkin.
            Menurut Slavin (2007) Model STAD merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti.
            Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat orang yang beranggotakan beragan kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan suatu pembenlajaran dan siswa-siswa di dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa menjalani kuis perorangan tentang materi tersebut, dan pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu satu sama lain.
            Slavin memaparkan bahwa : “ Gagasan utama dibelakang STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru”. Jika siswa menginginkan kelompoknya memperoleh hadiah, maka mereka harus saling membantu dalam mempelajari pelajaran. Mereka harus mendorong teman sekelompoknya untuk melakukan yang terbaik, memperlihatkan norma-norma bahwa belajar itu penting, berharga dan menyenangkan. Para siswa diberi waktu untuk bekerja sama setelah diberi oleh guru, tetapi tidak saling membantu ketika menjalani kuis. Sehingga setiap siswa harus menguasai materi yang dipelajari.
B. Langkah - langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
1.      Penyampaian Tujuan dan Motivasi
Menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar.
2.      Pembagian Kelompok
Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa yang memprioritaskan heterogenitas (keragaman) kelas dalam prestasi akademik, gendre/jenis kelamin, ras atau etnik.  
3.      Presentasi dari guru
Guru menyampaikan materi pelajaran dengan terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan tersebut dipelajari. Guru memberikan motivasi siswa agar dapat belajar dengan aktif dan kreatif. Di dalam proses pembelajaran guru dibantu oleh media, demonstrasi, pertanyaan atau masalah yata yang terjadi  dalam kehidupan sehari-hari. Dijelaskan juga tentang keterampilan dan kemampuan yang diharapkan dan dikuasai siswa, tugas dan pekerjaan yang harus dilakukan serta cara-cara mengerjakanya.
4.      Kegiatan Belajar dalam Tim (Kerja Tim)
Siswa belajar dalam kelompok yang telah dibentuk. Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai pedoman bagi kerja kelompok, sehingga semua anggota menguasai dan masing-masing memberikan kontribusi. Selama tim bekerja, guru melakukan pengamatan, memberikan bimbingan, dorongan dan bantuan bila diperlukan. Krja tim ini merupakan ciri terenting dari STAD.
5.      Kuis (Evaluasi)
Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemeberian tugas tentang materi yang dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap presentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Siswa diberi kursi secara individual dan tidak dibenarkan bekerja sama. Ini dilakukan untuk menjamin  siswa agar bertanggung jawab kepada dirisendiri dalam memahami bahan ajar tersebut.
6.      Penghargaan Presentasi Tim
Setelah pelaksanan kuis, guru memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka dengan rentang 0-100. Selanjutnya pemberian penghargaan atas keberhasilan kelompok yang terbaik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar