MODUL
II
Bismillah
Selasa, 20 Januari 2015
Minggu, 18 Januari 2015
GRAFIK V/I PADA DIODA. MODUL II
MODUL
II
GRAFIK
V/I PADA DIODA
MENGANALISIS
HUBUNGAN ANTARA TEGANGAN DIODA (VD ) DAN KUAT ARUS DIODA (ID)
YANG DIBERIKAN PANJAR MAJU (FORWARD
BIAS)
Nur Laila Jamil
Jurusan Fisika,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jend.
Sudirman No. 6 Kota Gorontalo
Email : nurlaila_s1pend_fisika2013@mahasiswa.ung.ac.id
ABSTRAK
Dioda adalah komponen
elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor. Dioda memiliki fungsi hanya
mengalirkan arus satu arah saja. Dioda merupakan suatu piranti dua elektroda
dengan arah arus yang tertentu, dapat juga dikatakan dioda bekerja sebagai
penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah tertentu tetapi dioda
akan bekerja sebagai isolator bila beda tegangan diberikan dalam arah
berlawanan. (Mavino, 1996). Dioda khusus
dibuat untuk memancarkan cahaya (LED), mengatur tegangan (dioda zener),
bertindak sebagai variabel kapasitor (varactor), atau sebagai switch (dioda
PIN) (Louis E.Frenzel, Jr., 2010). Secara
sederhana sebuah dioda bisa diansumsikan sebagai sebuah katup, dimana katup tersebut akan
terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan,
sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup,
Sehingganya dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan
dalam arah tertentu, tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan
diberikan dalam arah berlawanan (Malvino, 1985:19). Watak arus tegangan pada
daerah sambungan semikonduktor jenis p dan semikonduktor jenis n dapat
digambarkan dari model analitis hubungan arus dan tegangan (Rio dan Iida,
1981).
Kata Kunci : Dioda, Fungsi dioda,
Prinsip kerja dioda.
Komponen elektronika yang dibangun berdasarkan
sambungan p-n yang paling sederhana adalah dioda sambungan p-n. Karakterisasi
dan hasilnya tampak seperti pada gambar 1 (Nanang Suwondo,2010). Karakteristik
dioda sangat penting untuk diketahui sebagai salah satu bagian dari perangkat
elektronika, dengan mengetahui karakteristik dioda, berarti nantinya dapat
memperkirakan tegangan minimum yang dapat dilalui oleh dioda sehingga arus
dapat mengalir melaluinya dan dapat menghasilkan tegangan searah. Karakteristik
dioda sendiri adalah grafik hubungan antara besar kuat arus yang melewati dioda
dan beda tegangan antara kedua ujung dioda (Nuzulul Istichoroh dkk, 2013).
Ketika terminal positif dari baterai disambungkan ke
sisi jenis p dan terminal negatif ke sisi jenis n dari hubungan p-n, hubungan
tersebut melewati arus besar yang mengalir lewat hubungan tersebut, dalam hal
ini hubungan p-n dikatakan dicatu maju (forward biased), tetapi jika terminal
dari baterai dibalik, yakni terminal positif dihubungkan ke sisi jenis n dan
terminal negatif ke sisi jenis p, hubungan akan mengalirkan arus kecil, dalam
keadaan ini hubungan p-n dikatakan dicatu balik (reverse biased). (Rakshit et al.1989 : 120). Istilah panjar maju
dan panjar mundur muncul diakibatkan oleh hal ini, panjar maju ketika polaritas
pada semikonduktor n negatif dan p positif dan panjar mundur polaritasnya
dibalik lagi. (Millman, 2010). Karakteristik dioda dapat ditunjukkan oleh
hubungan antara arus yang lewat dengan
beda potensial pada ujung-ujungnya, dengan memvariasikan potensio P dan
mencatat tegangan (V) dan kuat arus (I) kemudian menggambarkannya dalam sebuah
grafik, maka diperoleh kurva karakteristik dioda (karakteristik statis).
(Achmad Huda, 2012).
Adapun
tujuan dilaksanankan Praktikum ini yaitu untuk membuktikan hubungan
beda potensial (tegangan) dengan
kuat arus pada dioda serta mengimplementasikan hubungan tersebut pada grafik,
dan membuktikan bahwa dioda sebagai penyearah arus serta membuktikan adanya
lonjakan arus jika rangkaian di berikan tegangan tertentu.
METODE
Penelitian ini di lakukan di laboratorium fisika
fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo, pada hari sabtu tanggal 5 November
2014 pada pukul 17.00 WITA sampai dengan selesai. Adapun lokasi ini di pilih
karena telah memenuhi syarat diselenggarakannya praktikum dan memiliki
ketersediaan alat yang memadai.
ALAT
DAN BAHAN
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini diantaranya adalah catu daya yang berfungsi
sebagai sumber tegangan input yang dihubungkan
dengan voltmeter catu daya juga dihubungkan dengan satu buah amperemeter
yang berfungsi untuk mengukur kuat arus yang dihasilkan oleh rangkaian, 1 buah
dioda tipe sambungan p-n (IN 5392) dengan besar VD = 0.452 V yang
berfungsi sebagai penyearah arus dalam rangkaian, 1 buah resistor dengan nilai
resistansi 1.5 kΩ yang berfungsi sebagai penghambat arus sehngga menimbulkan
tahanan agar arus pada rangkaian dapat mengalir secara ideal, 1 buah keping
papan PCB yang berfungsi sebagai tempat menghubungkan komponen dioda dan
resistor pada rangkaian, kabel penghubung yang berfungsi sebagai penghubung
antara komponen dalam papan rangkaian serta penghubung antara rangkaian dengan
alat ukur yang digunakan, yakni berupa satu buah voltmeter yang berfungsi untuk
mengukur tegangan yang dihasilkan oleh rangkaian setelah dihubungkan dengan
catu daya sebagai sumber tegangan.
Gambar 2 : Rangkaian percobaan
Pada praktikum ini,
setelah rangkaian di letakkan pada papan rangkaian, selanjutnya rangkaian
diberi tegangan dimulai dari 0.1 V;0.2 V; 0.3 V; 0.4 V; 0.5 V; 0.6 V; 0.7 V;
0.8 V; 0.9 V; 1.0 V; 1.1 V; 1.2 V; 1.3 V; 1.4 V; 1.5 V Kemudian, rangkaian yang
dihubungkan dengan catudaya dan beberapa alat ukur lainya akan diukur Kuat
arusnya setelah diukur diperoleh hasil pengukuran yang berbeda-beda. Ketika
rangkaian di beri tegangan sebesar 0.1
sampai 0.5 volt maka pada amperemeter masih menunjukan angka 0 yang berarti
belum ada arus yang melewati rangkaian tersebut, nanti setelah voltmeter
menunjukan angka 0.6 volt barulah amperemeter menunjukan angka yang berbeda
yakni 0.002, disini sudah terdapat arus yang
mengalir meski sangat kecil, hal ini seperti sesuai dengan karakteristik dioda
yang akan mengalirkan arus bila tegangan sebesar 0.6 atau 0.7 volt, dan pada
tegangan 0.7 volt amperemeter menunjukan angka 0,012 amper yang berarti ada
arus yang mengalir dalam rangkaian, dan pada tengangan berikutnya yang semakin
di perbesar maka arus akan semakin melonjak naik yakni pada tegangan 0.8 volt
arus yang terbaca sebesar 0.025 amper. Pada tegangan 0.9 sampai 1 volt angka yang
terbaca yakni sebesar 0.043 dan 0.21 amper. Pada tegangan 1.1 dan 1.2 volt arus
mulai mengalami lagi pelonjakan seperti yang terbaca pada amperemeter yakni
sebesar 0.28 dan 0.37 amper. Pada tegangan 1.3 sampai 1.4 arus masih menunjukan
pembacaan yang stabil yakni sebesar 0.48 dan 0.8 amper, hingga pada tegangan
1.5 volt mulai lagi mengalami pelonjakan arus yakni sebesar 1.1. Percobaan ini
diulang lagi sebanyak tiga kali dan sebelum dilakukan percobaan kedua, ketiga
dan keempat rangkaian dibongkar dan dirangkai kembali sepeti halnya pada
rangkaian pertama, sehingga mendapatkan nilai yang berbeda-beda, tetapi rentang
nilai yang dihasilkan tidak jauh beda dengan hasil pengukuran yang pertama.
Setelah di lakukan percobaan sebanyak empat kali maka di dapatkan hasil yang pembacaan
pada alat ukur yang berbeda-beda dengan rentang hasil yang tidak berbeda jauh,
dan kemudian agar mempermudah dalam penulisan data dalam grafik maka di ambilah
nilai rata-rata dari keempat percobaan tersebut, dan di perolehlah nilai
tegangan dan arus seperti yang tercantum pada table di bawah ini.
Tabel1. Hasil percobaan
|
Power supply output (V)
|
I1 (A)
|
I2 (A)
|
I3 (A)
|
I4 (A)
|
Irata-rata (A)
|
|
0.1
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0.2
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0.3
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0.4
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0.5
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0.6
|
0,002
|
0,004
|
0.004
|
0.002
|
0.003
|
|
0.7
|
0,012
|
0.014
|
0.008
|
0.009
|
0.010
|
|
0.8
|
0.025
|
0.028
|
0.024
|
0.025
|
0.025
|
|
0.9
|
0.043
|
0.036
|
0.030
|
0.042
|
0.037
|
|
1.0
|
0.21
|
0.1
|
0.16
|
0.2
|
0.167
|
|
1.1
|
0.28
|
0.19
|
0.2
|
0.28
|
0.23
|
|
1.2
|
0.38
|
0.28
|
0.31
|
0.34
|
0.32
|
|
1.3
|
0.48
|
0.38
|
0.36
|
0.43
|
0.41
|
|
1.4
|
0.8
|
0.47
|
0.46
|
0.5
|
0.55
|
|
1.5
|
1.1
|
1.4
|
1.1
|
1.2
|
1.2
|
Gambar 3 : Grafik V/I pada dioda
Berdasarkan hasil praktikum ini didapat
bahwa grafik V/I pada dioda memiliki lonjokan arus pada 0,8 volt, besarnya kuat
arus adalah berbanding lurus dimana semakin besar tengangan yang diberikan pada
rangkain maka semakin besar pula arus yang muncul pada rangkaian tersebut. Untuk
analisa grafik yang dihasilkan pada percobaan ini ternyata grafik yang
dihasilkan berupa grafik yang mula-mula konstan namun pada kondisi tegangan
tertentu ternyata arus naik sangat signifikan.
Ketika Suatu dioda dikenai tegangan yang belum
memenuhi bukit potensial maka belum terdapat elektron yang lolos, sehingga
belum terdapat arus yang lewat, namun ketika tegangan yang diberikan kepada
dioda melebihi besar potensial bukit pada dioda, jika tegangan semakin naik
maka semakin banyak elektron yang
berpindah atau mengalir sehingga arus yang dihasilkanpun semakin besar, namun
ini hanya berlaku pada panjar maju (forward bias), pada polaritas terbalik
yaitu panjar mundur ternyata besar arus yang dihasilkan sangat kecil karena
sesuai dengan sifat dioda sebagai komponen elektronik penyearah yakni melewatkan
arus hanya pada satu arah saja, maka untuk panjar mundur elektron kesulitan
untuk berbalik arah sehingga hanya dihasilkan arus minoritas atau arus yang
sangat kecil pada panjar mundur tersebut, inilah fenomena karasteristik dari
dioda (Aris Widodo et all. 2013). Berdasarkan
hasil data yang didapat telah terbukti bahwa pada ketika tegangan input 0.1
sampai dengan 0.5 volt belum ada arus yang mengaliar dalam rangkaian, dan
ketika tegangan diperbesar secara perlahan-lahan mulai dari 0.6 volt hingga 1.5
volt maka terjadi lonjakan arus.
SIMPULAN
Berdasarkan
pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan arus dan tegangan pada dioda
itu sendiri yakni ketika tegangan dinaikkan maka arus akan naik secara
signifikan, namun pada panjar mundur arus hanya mengalir pada minoritas yang
nilainya sangat kecil, Hal ini juga membuktikan bahwa dioda berfungsi hanya
sebagai penyearah arus dan akan bersifat sebagai konduktor jika diberi forward
bias, sedangkan jika diberi revers bias maka dioda akan bersifat sebagai
isolator, Sedangkan untuk karasteristik V/I pada dioda dapat dilihat pada
gambar 3 yaitu grafik V/I pada dioda.
SARAN
Pada praktikum ini, masih banyak terdapat
kekurangan-kekurangan, seperti kabel yang rusak dan tidak berfungsi serta waktu
yang kurang baik, saran dari saya agar supaya kabel yang rusak segera
diperbaiki, dan untuk praktikum selanjutnya agar waktunya bisa
dikondisikan dengan baik serta praktikan dibimbing ketika melakukan percobaan,
agar kesalahan praktikan ketika melakukan percobaan bisa diminimalisir sehingga
praktikan akan benar-benar memahami percobaan dalam setiap praktikum yang akan
dilakukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Huda, Achmad. 2012. Jurnal Model Grafik Dioda. [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014, tersedia di :
Istichoroh, Nuzulul et all.
2013. Simulasi Karasteristik Dioda dengan
Menggunakan Bahasa Program Delphi 7.0.pdf [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014 tersedia : https://www.academia.edu/3266628/SIMULASI_KARAKTERISTIK_DIODA_DENGAN_MENGGUNAKAN_BAHASA_PEMROGRAMAN_DELPHI_7.0
Mavino,
A. P. 1996. Prinsip-Prinsip Elektronika (Electronics Principles), terj.
Barnawi, M., Jakarta : Erlangga. [Jurnal Online].
Diakses tanggal 12 Desember 2014 Tersedia di http://eprints.unika.ac.id/7458/1/0028ITE.
pdf.
Malvino,
Albert Paul. 1985. Aproksimasi Rangkaian
Semikonduktor Pengantar Ttransistor dan Rangkaian Terpadu Edisi Keempat.
Jakarta : Erlangga
Millman,
Integrated Electronic. London: Mc
graw hill, 2010.
Rakshit.
PC.1989. Dasar Elektronika. Jakarta:
Universitas Indonesia.
Rio,
Ir. S. R., dan M, Iida. 1980. Fisika dan Teknologi Semikonduktor. Jakarta :
P.T. Pradnya Paramita.
Suwondo,
Nanang. 2010. Rancangan Instrumen Penentu
Muatan Elektron Dari Karakteristik Dioda p-n Berbasis PC sebagai Alat Bantu
Pembelajaran Fisika Kompetensi Analisis Grafik Real Time. [Jurnal Online]. diakses tanggal 12 Desember
2014, tersedia di : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/455/504
Widodo,
Aris et all. 2013. Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II –
Karakteristik Dioda. [Jurnal Online].
Diakses tanggal 12 Desember 2014, tersedia di :
LAMPIRAN
Gambar
4 : Proses Pengambilan data
Tugas Kimia Dasar I
Soal Latihan KIMIA DASAR 1
NAMA : NUR LAILA JAMIL
KELAS : B
JURUSAN : FISIKA
PRODI : PENDIDIKAN FISIKA
KELAS : B
JURUSAN : FISIKA
PRODI : PENDIDIKAN FISIKA
1. Jelaskan kecenderungan jari-jari atom dalam system periodik!
Jawab :
Kecenderungan jari-jari atom dalam system periodik
- Dalam satu golongan semakin kebawah jumlah kulit bertambah (periode bertambah)à jarak inti terhadap elektron di kulit terluar makin jauh à jari-jari atom bertambah.
- Dalam satu periode (jumlah kulit tetap) semakin kekanan no atom bertambah (proton bertambah , partikel inti makin besar) à gaya tarik inti terhadap elektron kulit terluar makin kuat à jari-jari atom makin kecil.
2.Urutkan unsur 18Ar, 24Cr, 28Ni dari yang paling tinggi energi ionisasinya ke yang rendah!
Jawab :
18Ar = 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6
Elektron Valensi : 8Golongan : VIIIA
Periode : 3
Jadi, Unsur 18Ar memiliki energy ionisasi paling besar karena tidak ada
electron yang dilepaskan (Stabil)
24Cr = 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d4
24Cr = 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d4
Elektron Valensi : 6
Golongan : VI B
Periode : 4
Jadi, Unsur 24Cr memiliki energy ionisasi kecil karena bersifat menerima electron agar bisa stabil.
28Ni = 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d8 \
Periode : 4
Jadi, Unsur 24Cr memiliki energy ionisasi kecil karena bersifat menerima electron agar bisa stabil.
28Ni = 1S2 2S2 2P6 3S2 3P6 4S2 3d8 \
Elektron Valensi : 10
Golongan : VIII B
Periode : 4
Jadi, Unsur 28Ni memiliki energy ionisasi paling kecil daripada unsur 18Ar & 24Cr, karena dapat melepaskan 2 elektron agar bias stabil.
Golongan : VIII B
Periode : 4
Jadi, Unsur 28Ni memiliki energy ionisasi paling kecil daripada unsur 18Ar & 24Cr, karena dapat melepaskan 2 elektron agar bias stabil.
Sabtu, 17 Januari 2015
DIODA SEMIKONDUKTOR. MODUL V
MODUL
V
DIODA SEMIKONDUKTOR
PENGARUH
HUBUNGAN TEGANGAN INPUT (V) DAN KUAT ARUS (A) TERHADAP TEGANGAN OUTPUT (V)
DALAM RANGKAIAN DIODA SEMIKONDUKTOR
Nur Laila Jamil
Jurusan Fisika,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jend.
Sudirman No. 6 Kota Gorontalo
Email : nurlaila_s1pend_fisika2013@mahasiswa.ung.ac.id
ABSTRAK
Dioda merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi
untuk menghasilkan tegangan searah dari tegangan bolak-balik. Pada kondisi tertentu jika dioda diberi penambahan pra tegangan maju
(bias maju) terjadi penambahan nilai arus yang mengalir atau dapat dikatakan
nilai tegangan berbanding lurus dengan arus, sebaliknya ketika dioda diberikan
prategangan mundur (bias mundur) maka arus tidakakan bisa mengalir.
Kata Kunci :
Dioda, bias maju dan bias mundur.
PENDAHULUAN
Gambar I : Simbol dan Struktur
Dioda
Dioda merupakan komponen elektronika yang paling sederhana, yang
tersusun dari dua jenis semikonduktor, yaitu semikonduktor jenis-n dan jenis-p.
(Sutanto,
2006 : 13). Semikonduktor tipe-n didoping oleh atom pentavalen dan
tipe-p oleh atom trivalent, Suatu semikonduktor yang didoping masih mempunyai
tahanan, tahanan ini disebut tahanan bulk, semikonduktor yang pendopingnya
sedikit mempunyai tahanan bulk yang tinggi, bila doping bertambah, maka tahanan
bulk akan berkurang, (Barvino Barmawi, 1985 : 25-26 ).
Batas antara bahan tipe p
dan tipe n disebut persambungan (junction), karena gaya tolak menolak antara
sesamanya, elektron-elektron bebas disebelah n dari persambungan cenderung
untuk berdifusi (menyebar) ke segala penjuru, dan sebagianya akan berdifusi
melintasi persambungan, bila suatu elektron memasuki daerah p, elektron ini
menjadi pembawa minoritas, dengan dikelilingi oleh lubang-lubang yang berjumlah
besar, pembawa minoritas tersebut tidak akan berumur panjang dan degan cepat
akan masuk atau “jatuh” ke dalam salah satu lubang di sekitarnya, apabila hal
ini terjadi, lubang bersangkutan akan lenyap dan elektron bebas tersebut
menjadi elektron valensi (Albert Paul Malvino, 1985 : 21).
Suatu tegangan negatif bila
diberikan pada dioda, maka tidak ada arus yang mengalir dan dioda bersikap
sebagai hubungan terbuka, dioda yang beroperasi dengan mode ini dikatakan
reverse biase atau yang beroperasi pada arah balik, sebaliknya bila arus
positif, diberikan kedioda, tegangan jatuh nol timbul pada dioda, dengan kata
lain, dioda berlaku sebagai hubungan singkat pada arah maju, dioda melakukan
arus degan tegangan jatuh nol. (Adel
S. Sedran, et all. 1990 : 146 ).
Dioda sambungan p-n
merupakan salah satu komponen yang sangat penting baik dalam aplikasi-aplikasi
elektronik modern maupun dalam pemahaman tentang perangkat semikonduktor
lainnya (Sze Simon et all. 2011). Pentingnya
karasteristik hubungan p-n adalah, bahwa ia membentuk penyearah yang
memungkinkan kemudahan aliran muatan dalam satu arah tetapi menghambat aliran
pada arah yang berlawanan. (Albert Paul Malvino, 1985 : 29). Komponen ini
memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap aliran arus pada satu arah
dan resistansi yang sangat tinggi terhadap aliran arus, pada arah berlawanan,
(Michael Tooley, 2002 : 82). Resistansi Statis R dioda didefinisikan sebagai
perbandingan V/I dari tegangan ke arus, Resistansi R sama dengan kebalikan
kemiringan garis yang menghubungkan titik-kerja dengan pangkal koordinat,
Resistansi statis sangat luas berubah menurut harga V dan I dan merupakan
parameter yang tidak banyak digunakan (Jacob Millman, 1993 : 36).
Seperti
yang dijelaskan bahwa dalam elektronika, diode adalah salah satu komponen
penting yang banyak digunakan dalam komponen elektronika. Praktikum ini
dilaksanakan bertujuan untuk membuktikan hubungan antara tegangan input,
tegangan output dan arus listrik dalam rangkaian diode semi konduktor yang di
uji coba dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan.
METODE
Kegiatan praktikum atau penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas
Negeri Gorontalo. Laboratorium Fisika dipilih sebagai tempat pelaksanaan
praktikum dikarenakan laboratorium memiliki fasilitas praktikum yang lengkap
dan memadai, serta telah memenuhi kriteria dilaksanakannya praktikum. Kegiatan
ini berlangsung dari tanggal 8 sampai 15 November 2014 pukul 17.00 WITA sampai
dengan selesai.
BAHAN
DAN ALAT
Dalam praktikum ini, alat
dan bahan yang digunakan diantaranya adalah
Catu daya yang berfungsi sebagai sumber tegangan input. Voltmeter berfungsi untuk mengukur tegangan
listrik yang keluar dari sumber tegangan input atau sebagai pengukur tegangan output. Amperemeter
berfungsi sebagai pengukur kuat arus listrik yang mengalir dari rangkaian diode. Papan rangkaian (PCB)
yang berfungsi sebagai tempat untuk
meletakkan komponen yaitu diode dan resistor. Pada praktikum ini, PCB yang
digunakan adalah PCB yang berlubang guna
mempermudah dalam pemasangan
diode dan resistor, Serta kabel
penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan satu komponen dengan komponen
yang lain. Kabel penghubung merupakan salah satu alat yang penting
dalam penelitian ini, Karena tanpa kabel
penghubung, arus listrik maupun tegangan
tidak akan mengalir.
kebel penghubung ini akan disambungkan
dengan diode dan resistor yaitu dengan di solder. Dioda
berfungsi untuk menyearahkan arus listrik dari anoda ke katoda, sedangkan Resistor
berfungsi sebagai alat untuk menghambat arus sehingga menghasilkan tahanan.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum ini,
dioda dan resistor dipasang pada papan rangkaian, kemudian dioda dan resistor
dihubungkan menggunakan kabel penghubung secara seri pada amperemeter dan
diparalelkan dengan voltmeter yang kemudian dihubungkan lagi ke catu daya
sebagai sumber tegangan. Tegangan pada catu daya disebut tegangan masukan
(Vinput) dan tegangan yang ada pada voltmeter disebut dengan tegangan keluaran
(Voutput).
Adapun
hasil dari praktikum ini diperlihatkan pada tabel Hubungan antara tegangan dan
kuat arus pada dioda semikonduktor di bawah ini :
|
Vinput
(V)
|
Voutput
(V)
|
Kuat
Arus (I)
|
|
0.1
|
0.1
|
0.01
|
|
0.2
|
0.2
|
0.016
|
|
0.3
|
0.3
|
0.021
|
|
0.4
|
0.4
|
0.03
|
|
0.5
|
0.5
|
0.035
|
|
0.6
|
0.6
|
0.045
|
|
0.7
|
0.7
|
0.049
|
Tabel I : Hubungan antara tegangan dan kuat arus pada dioda semikonduktor
Berdasarkan hasil praktikum di atas,
dapat dibuat grafik Hubungan antara tegangan dan kuat arus pada dioda
semikonduktor seperti berikut :
Grafik I : Hubungan Tegangan (V) dan kuat Arus (I)
Jika kutub positif pada sumber
tegangan dihubungkan dengan kaki anoda daerah p dan kutub negatifnya dihubungkan
dengan kaki katoda daerah n, maka pada kondisi ini dioda forward bias, dioda
dapat menghasilkan energi yang besar, dimana kutub negatif sumber akan
mendorong dan menolak elektron bebas pada daerah n menuju ke junction. Adanya
tambahan energi dari sumber akan menyebabkan elektron bebas tersebut dapat
melewati junction dan melompat ke daerah p lalu jatuh ke hole. Rekombinasi
terjadi pada jarak-jarak yang bervariasi tergantung berapa lama alektron bebas
pada daerah p ini bertahan untuk tidak jatuh ke hole. Bila elektron bebas jatuh
pada hole, maka elektron ini menjadi elektron valensi, pada pita valensi ini
elektron tersebut dapat bergerak menuju kutub positif melalui hole di daerah p,
sehingga adanya aliran listrik pada dioda dengan arah yang berlawanan dengan
arah aliran elektron.
Sebaliknya jika kutub negatif pada sumber tegangan dihubungkan degan kaki
anoda daerah p dan kutub positifnya dihubungkan dengan kaki anoda daerah n,
maka pada kondisi ini dioda di revers bias, dimana elektron-elektron bebas di
sisi n berpindah dari junction kearah kutub positif sumber, hole pada sisi p
juga bergerak menjauhi junction ke arah kutub negatif sumber. Elektron bebas
pada sisi n yang bergerak kearah positif sumber akan menimbulkan lebih banyak
ion positif pada daerah kosong sisi n yang dekat dengan juction, begitu juga
dengan hole pada sisi p yang bergerak kearah kutub negatif sumber akan
menimbulkan banyak ion negatif pada daerah kosong sisi p yang dekat dengan
junction, akibatnya daerah pengosongan akan semakin lebar. Makin besar tegangan
revers bias, makin lebar pula daerah pengosongan yang terbentuk. (academia.edu,
Online).
Karakteristik volt-amper dari dioda
PN-junction dapat ditunjukkan, bahwa arus total yang mengalir lewat
PN-junction karena penggunaan tegangan V lewat hubungan diberikan oleh
Dimana :
Is = arus jenuh balik,
e = muatan satu elektron (= 1,6 x 10-19
coulomb),
k = konstanta Boltzmann (= 1,38 x 10-23 joule
oK-1)
T= temperatur dalam °K, dan η angka konstan yang tergantung pada bahan dioda. Untuk
germanium η =
1, dan untuk silikon n ≈ 2.
Jika V positif
berarti dioda diberi forward bias, dan jika V negatif berarti diberi
reverse bias. Karakteristik hubungan volt-amper dari diode
semikonduktor, ditunjukkan dalam sebuah grafik dibawah ini.(Sunny, staf
Gunadarma. Online.)
SIMPULAN
Arus listrik
dapat mengalir dalam suatu rangkaian dioda semikonduktor jika diberi forward
bias, karena karena pada keadaan tersebut diode semikonduktor memiliki tahanan
jenis yang rendah (resistansi kecil) sehingga arus yang
mengalir cukup besar, sebaliknya jika diberi revers bias, akan menyebakan
perlawanan arus sehingga arus yang mengalir sangat kecil atau dapat dikatakan
tidak ada arus yang mengalir. Sedangkan hubungan antara tegangan dan kuat arus
dari dioda semikonduktor dapat dilihat pada grafik hubungan antara tegangan dan
kuat karus pada dioda.
SARAN
Pada saat melakukan
praktikum ini, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat, seperti
ketidaksempurnaan alat. Alat yang digunakan tidak semuanya dalam keadaan baik,
sehingga data pengukuran yang didapatkan juga kurang sesuai seperti yang
diharapkan. Sehingga kiranya, laboratorium dapat menyediakan alat yang bekerja
dengan baik, guna kesempurnaan praktikum ini selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Arifin,
Irwan. 2004. Elektronika 1. Online Diakses pada tanggal 03/12/2014, tersedian
di :
Nisa,
Diani Ainun. 2012. Krakteristik Dioda
(D1). Surabaya. Online, diakses tanggal : 03 Desember 2014, tersedia di :
https://www.academia.edu/6768662/KARAKTERISTIK_DIODA_D1
(Online diakses tanggal 03/12/2014)
Barmawi, Malvino. 1985. Prinsip-prinsip Elektronika Edisi ke-tiga
Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Malvino, Albert Paul. 1985. Aproksimasi Rangkaian Semikonduktor PengantarTtransistor dan Rangkaian
Terpadu Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.
Margunari, A.R. 1983. Pengantar Umum Elektroknik. Jakarta
: PT. Dian Rakyat
Millman, Jackob. 1993. Mikroelektronika Sistem Digital dan Rangkaian Analog. Jakarta :
Erlangga.
Sedra, Adel S, ett all. 1990. Rangkaian
Mikroelektronik Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.
Sutrisno.1986. Elektronika Teori dan
Penerapannya. Bandung; ITB
Sutanto. 2006. Rangkain Elektronika Analog dan Terpadu. Jakarta: UI-Press.
Tooley, Mike. 2003. Rangkaian Elektronik Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga
Langganan:
Komentar (Atom)