Bismillah

Bismillah

Minggu, 18 Januari 2015

GRAFIK V/I PADA DIODA. MODUL II

MODUL II
GRAFIK V/I PADA DIODA

MENGANALISIS HUBUNGAN ANTARA TEGANGAN DIODA (VD ) DAN KUAT ARUS DIODA (ID)  YANG DIBERIKAN PANJAR MAJU (FORWARD BIAS)
Nur Laila Jamil
Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jend. Sudirman No. 6 Kota Gorontalo
Email : nurlaila_s1pend_fisika2013@mahasiswa.ung.ac.id

ABSTRAK
Dioda adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor. Dioda memiliki fungsi hanya mengalirkan arus satu arah saja. Dioda merupakan suatu piranti dua elektroda dengan arah arus yang tertentu, dapat juga dikatakan dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah tertentu tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila beda tegangan diberikan dalam arah berlawanan. (Mavino, 1996). Dioda khusus dibuat untuk memancarkan cahaya (LED), mengatur tegangan (dioda zener), bertindak sebagai variabel kapasitor (varactor), atau sebagai switch (dioda PIN) (Louis E.Frenzel, Jr., 2010). Secara sederhana sebuah dioda bisa diansumsikan sebagai  sebuah katup, dimana katup tersebut akan terbuka manakala air yang mengalir dari belakang katup menuju kedepan, sedangkan katup akan menutup oleh dorongan aliran air dari depan katup, Sehingganya dioda bekerja sebagai penghantar bila tegangan listrik diberikan dalam arah tertentu, tetapi dioda akan bekerja sebagai isolator bila tegangan diberikan dalam arah berlawanan (Malvino, 1985:19). Watak arus tegangan pada daerah sambungan semikonduktor jenis p dan semikonduktor jenis n dapat digambarkan dari model analitis hubungan arus dan tegangan (Rio dan Iida, 1981).
Kata Kunci : Dioda, Fungsi dioda, Prinsip kerja dioda.

PENDAHULUAN








Komponen elektronika yang dibangun berdasarkan sambungan p-n yang paling sederhana adalah dioda sambungan p-n. Karakterisasi dan hasilnya tampak seperti pada gambar 1 (Nanang Suwondo,2010). Karakteristik dioda sangat penting untuk diketahui sebagai salah satu bagian dari perangkat elektronika, dengan mengetahui karakteristik dioda, berarti nantinya dapat memperkirakan tegangan minimum yang dapat dilalui oleh dioda sehingga arus dapat mengalir melaluinya dan dapat menghasilkan tegangan searah. Karakteristik dioda sendiri adalah grafik hubungan antara besar kuat arus yang melewati dioda dan beda tegangan antara kedua ujung dioda (Nuzulul Istichoroh dkk,  2013).
Ketika terminal positif dari baterai disambungkan ke sisi jenis p dan terminal negatif ke sisi jenis n dari hubungan p-n, hubungan tersebut melewati arus besar yang mengalir lewat hubungan tersebut, dalam hal ini hubungan p-n dikatakan dicatu maju (forward biased), tetapi jika terminal dari baterai dibalik, yakni terminal positif dihubungkan ke sisi jenis n dan terminal negatif ke sisi jenis p, hubungan akan mengalirkan arus kecil, dalam keadaan ini hubungan p-n dikatakan dicatu balik (reverse biased). (Rakshit et al.1989 : 120). Istilah panjar maju dan panjar mundur muncul diakibatkan oleh hal ini, panjar maju ketika polaritas pada semikonduktor n negatif dan p positif dan panjar mundur polaritasnya dibalik lagi. (Millman, 2010). Karakteristik dioda dapat ditunjukkan oleh hubungan  antara arus yang lewat dengan beda potensial pada ujung-ujungnya, dengan memvariasikan potensio P dan mencatat tegangan (V) dan kuat arus (I) kemudian menggambarkannya dalam sebuah grafik, maka diperoleh kurva karakteristik dioda (karakteristik statis). (Achmad Huda, 2012).
Adapun tujuan dilaksanankan Praktikum ini yaitu untuk membuktikan hubungan beda potensial (tegangan) dengan kuat arus pada dioda serta mengimplementasikan hubungan tersebut pada grafik, dan membuktikan bahwa dioda sebagai penyearah arus serta membuktikan adanya lonjakan arus jika rangkaian di berikan tegangan tertentu.
METODE
Penelitian  ini di lakukan di laboratorium fisika fakultas MIPA Universitas Negeri Gorontalo, pada hari sabtu tanggal 5 November 2014 pada pukul 17.00 WITA sampai dengan selesai. Adapun lokasi ini di pilih karena telah memenuhi syarat diselenggarakannya praktikum dan memiliki ketersediaan alat yang memadai.


ALAT DAN BAHAN
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini diantaranya adalah catu daya yang berfungsi sebagai sumber tegangan input yang dihubungkan  dengan voltmeter catu daya juga dihubungkan dengan satu buah amperemeter yang berfungsi untuk mengukur kuat arus yang dihasilkan oleh rangkaian, 1 buah dioda tipe sambungan p-n (IN 5392) dengan besar VD = 0.452 V yang berfungsi sebagai penyearah arus dalam rangkaian, 1 buah resistor dengan nilai resistansi 1.5 kΩ yang berfungsi sebagai penghambat arus sehngga menimbulkan tahanan agar arus pada rangkaian dapat mengalir secara ideal, 1 buah keping papan PCB yang berfungsi sebagai tempat menghubungkan komponen dioda dan resistor pada rangkaian, kabel penghubung yang berfungsi sebagai penghubung antara komponen dalam papan rangkaian serta penghubung antara rangkaian dengan alat ukur yang digunakan, yakni berupa satu buah voltmeter yang berfungsi untuk mengukur tegangan yang dihasilkan oleh rangkaian setelah dihubungkan dengan catu daya sebagai sumber tegangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN







Gambar 2 : Rangkaian percobaan
Pada praktikum ini, setelah rangkaian di letakkan pada papan rangkaian, selanjutnya rangkaian diberi tegangan dimulai dari 0.1 V;0.2 V; 0.3 V; 0.4 V; 0.5 V; 0.6 V; 0.7 V; 0.8 V; 0.9 V; 1.0 V; 1.1 V; 1.2 V; 1.3 V; 1.4 V; 1.5 V Kemudian, rangkaian yang dihubungkan dengan catudaya dan beberapa alat ukur lainya akan diukur Kuat arusnya setelah diukur diperoleh hasil pengukuran yang berbeda-beda. Ketika rangkaian  di beri tegangan sebesar 0.1 sampai 0.5 volt maka pada amperemeter masih menunjukan angka 0 yang berarti belum ada arus yang melewati rangkaian tersebut, nanti setelah voltmeter menunjukan angka 0.6 volt barulah amperemeter menunjukan angka yang berbeda yakni 0.002, disini sudah terdapat arus yang mengalir meski sangat kecil, hal ini seperti sesuai dengan karakteristik dioda yang akan mengalirkan arus bila tegangan sebesar 0.6 atau 0.7 volt, dan pada tegangan 0.7 volt amperemeter menunjukan angka 0,012 amper yang berarti ada arus yang mengalir dalam rangkaian, dan pada tengangan berikutnya yang semakin di perbesar maka arus akan semakin melonjak naik yakni pada tegangan 0.8 volt arus yang terbaca sebesar 0.025 amper. Pada tegangan 0.9 sampai 1 volt angka yang terbaca yakni sebesar 0.043 dan 0.21 amper. Pada tegangan 1.1 dan 1.2 volt arus mulai mengalami lagi pelonjakan seperti yang terbaca pada amperemeter yakni sebesar 0.28 dan 0.37 amper. Pada tegangan 1.3 sampai 1.4 arus masih menunjukan pembacaan yang stabil yakni sebesar 0.48 dan 0.8 amper, hingga pada tegangan 1.5 volt mulai lagi mengalami pelonjakan arus yakni sebesar 1.1. Percobaan ini diulang lagi sebanyak tiga kali dan sebelum dilakukan percobaan kedua, ketiga dan keempat rangkaian dibongkar dan dirangkai kembali sepeti halnya pada rangkaian pertama, sehingga mendapatkan nilai yang berbeda-beda, tetapi rentang nilai yang dihasilkan tidak jauh beda dengan hasil pengukuran yang pertama. Setelah di lakukan percobaan sebanyak empat kali maka di dapatkan hasil yang pembacaan pada alat ukur yang berbeda-beda dengan rentang hasil yang tidak berbeda jauh, dan kemudian agar mempermudah dalam penulisan data dalam grafik maka di ambilah nilai rata-rata dari keempat percobaan tersebut, dan di perolehlah nilai tegangan dan arus seperti yang tercantum pada table di bawah ini.
Tabel1.  Hasil percobaan
Power supply output (V)
I1 (A)
I2 (A)
I3 (A)
I4 (A)
Irata-rata (A)
0.1
0
0
0
0
0
0.2
0
0
0
0
0
0.3
0
0
0
0
0
0.4
0
0
0
0
0
0.5
0
0
0
0
0
0.6
0,002
0,004
0.004
0.002
0.003
0.7
0,012
0.014
0.008
0.009
0.010
0.8
0.025
0.028
0.024
0.025
0.025
0.9
0.043
0.036
0.030
0.042
0.037
1.0
0.21
0.1
0.16
0.2
0.167
1.1
0.28
0.19
0.2
0.28
0.23
1.2
0.38
0.28
0.31
0.34
0.32
1.3
0.48
0.38
0.36
0.43
0.41
1.4
0.8
0.47
0.46
0.5
0.55
1.5
1.1
1.4
1.1
1.2
1.2
Gambar 3 : Grafik V/I pada dioda
Berdasarkan hasil praktikum ini didapat bahwa grafik V/I pada dioda memiliki lonjokan arus pada 0,8 volt, besarnya kuat arus adalah berbanding lurus dimana semakin besar tengangan yang diberikan pada rangkain maka semakin besar pula arus yang muncul pada rangkaian tersebut. Untuk analisa grafik yang dihasilkan pada percobaan ini ternyata grafik yang dihasilkan berupa grafik yang mula-mula konstan namun pada kondisi tegangan tertentu ternyata arus naik sangat signifikan.
 Ketika Suatu dioda dikenai tegangan yang belum memenuhi bukit potensial maka belum terdapat elektron yang lolos, sehingga belum terdapat arus yang lewat, namun ketika tegangan yang diberikan kepada dioda melebihi besar potensial bukit pada dioda, jika tegangan semakin naik maka  semakin banyak elektron yang berpindah atau mengalir sehingga arus yang dihasilkanpun semakin besar, namun ini hanya berlaku pada panjar maju (forward bias), pada polaritas terbalik yaitu panjar mundur ternyata besar arus yang dihasilkan sangat kecil karena sesuai dengan sifat dioda sebagai komponen elektronik penyearah yakni melewatkan arus hanya pada satu arah saja, maka untuk panjar mundur elektron kesulitan untuk berbalik arah sehingga hanya dihasilkan arus minoritas atau arus yang sangat kecil pada panjar mundur tersebut, inilah fenomena karasteristik dari dioda (Aris Widodo et all. 2013). Berdasarkan hasil data yang didapat telah terbukti bahwa pada ketika tegangan input 0.1 sampai dengan 0.5 volt belum ada arus yang mengaliar dalam rangkaian, dan ketika tegangan diperbesar secara perlahan-lahan mulai dari 0.6 volt hingga 1.5 volt maka terjadi lonjakan arus.
SIMPULAN
            Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hubungan arus dan tegangan pada dioda itu sendiri yakni ketika tegangan dinaikkan maka arus akan naik secara signifikan, namun pada panjar mundur arus hanya mengalir pada minoritas yang nilainya sangat kecil, Hal ini juga membuktikan bahwa dioda berfungsi hanya sebagai penyearah arus dan akan bersifat sebagai konduktor jika diberi forward bias, sedangkan jika diberi revers bias maka dioda akan bersifat sebagai isolator, Sedangkan untuk karasteristik V/I pada dioda dapat dilihat pada gambar 3 yaitu grafik V/I pada dioda.

SARAN
Pada praktikum ini, masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan, seperti kabel yang rusak dan tidak berfungsi serta waktu yang kurang baik, saran dari saya agar supaya kabel yang rusak segera diperbaiki, dan untuk praktikum selanjutnya agar waktunya bisa dikondisikan dengan baik serta praktikan dibimbing ketika melakukan percobaan, agar kesalahan praktikan ketika melakukan percobaan bisa diminimalisir sehingga praktikan akan benar-benar memahami percobaan dalam setiap praktikum yang akan dilakukan.


DAFTAR PUSTAKA

Huda, Achmad. 2012. Jurnal Model Grafik Dioda. [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014, tersedia di :
Istichoroh, Nuzulul et all. 2013. Simulasi Karasteristik Dioda dengan Menggunakan Bahasa Program Delphi 7.0.pdf  [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014 tersedia : https://www.academia.edu/3266628/SIMULASI_KARAKTERISTIK_DIODA_DENGAN_MENGGUNAKAN_BAHASA_PEMROGRAMAN_DELPHI_7.0
Mavino, A. P. 1996.  Prinsip-Prinsip Elektronika (Electronics Principles), terj. Barnawi, M., Jakarta : Erlangga. [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014 Tersedia di http://eprints.unika.ac.id/7458/1/0028ITE. pdf.
Malvino, Albert Paul. 1985. Aproksimasi Rangkaian Semikonduktor Pengantar Ttransistor dan Rangkaian Terpadu Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga
Millman, Integrated Electronic. London: Mc graw hill, 2010.
Rakshit. PC.1989. Dasar Elektronika. Jakarta: Universitas Indonesia.
Rio, Ir. S. R., dan M, Iida. 1980. Fisika dan Teknologi Semikonduktor. Jakarta : P.T. Pradnya Paramita.
Suwondo, Nanang. 2010. Rancangan Instrumen Penentu Muatan Elektron Dari Karakteristik Dioda p-n Berbasis PC sebagai Alat Bantu Pembelajaran Fisika Kompetensi Analisis Grafik Real Time. [Jurnal Online]. diakses tanggal 12 Desember 2014, tersedia di : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/455/504
Widodo, Aris et all. 2013. Jurnal Praktikum Elektronika Dasar II – Karakteristik Dioda. [Jurnal Online]. Diakses tanggal 12 Desember 2014, tersedia di :









LAMPIRAN



















Gambar 4 : Proses Pengambilan data


Tidak ada komentar:

Posting Komentar