MODUL
V
DIODA SEMIKONDUKTOR
PENGARUH
HUBUNGAN TEGANGAN INPUT (V) DAN KUAT ARUS (A) TERHADAP TEGANGAN OUTPUT (V)
DALAM RANGKAIAN DIODA SEMIKONDUKTOR
Nur Laila Jamil
Jurusan Fisika,
Fakultas MIPA, Universitas Negeri Gorontalo
Jl. Jend.
Sudirman No. 6 Kota Gorontalo
Email : nurlaila_s1pend_fisika2013@mahasiswa.ung.ac.id
ABSTRAK
Dioda merupakan suatu komponen elektronika yang berfungsi
untuk menghasilkan tegangan searah dari tegangan bolak-balik. Pada kondisi tertentu jika dioda diberi penambahan pra tegangan maju
(bias maju) terjadi penambahan nilai arus yang mengalir atau dapat dikatakan
nilai tegangan berbanding lurus dengan arus, sebaliknya ketika dioda diberikan
prategangan mundur (bias mundur) maka arus tidakakan bisa mengalir.
Kata Kunci :
Dioda, bias maju dan bias mundur.
PENDAHULUAN
Gambar I : Simbol dan Struktur
Dioda
Dioda merupakan komponen elektronika yang paling sederhana, yang
tersusun dari dua jenis semikonduktor, yaitu semikonduktor jenis-n dan jenis-p.
(Sutanto,
2006 : 13). Semikonduktor tipe-n didoping oleh atom pentavalen dan
tipe-p oleh atom trivalent, Suatu semikonduktor yang didoping masih mempunyai
tahanan, tahanan ini disebut tahanan bulk, semikonduktor yang pendopingnya
sedikit mempunyai tahanan bulk yang tinggi, bila doping bertambah, maka tahanan
bulk akan berkurang, (Barvino Barmawi, 1985 : 25-26 ).
Batas antara bahan tipe p
dan tipe n disebut persambungan (junction), karena gaya tolak menolak antara
sesamanya, elektron-elektron bebas disebelah n dari persambungan cenderung
untuk berdifusi (menyebar) ke segala penjuru, dan sebagianya akan berdifusi
melintasi persambungan, bila suatu elektron memasuki daerah p, elektron ini
menjadi pembawa minoritas, dengan dikelilingi oleh lubang-lubang yang berjumlah
besar, pembawa minoritas tersebut tidak akan berumur panjang dan degan cepat
akan masuk atau “jatuh” ke dalam salah satu lubang di sekitarnya, apabila hal
ini terjadi, lubang bersangkutan akan lenyap dan elektron bebas tersebut
menjadi elektron valensi (Albert Paul Malvino, 1985 : 21).
Suatu tegangan negatif bila
diberikan pada dioda, maka tidak ada arus yang mengalir dan dioda bersikap
sebagai hubungan terbuka, dioda yang beroperasi dengan mode ini dikatakan
reverse biase atau yang beroperasi pada arah balik, sebaliknya bila arus
positif, diberikan kedioda, tegangan jatuh nol timbul pada dioda, dengan kata
lain, dioda berlaku sebagai hubungan singkat pada arah maju, dioda melakukan
arus degan tegangan jatuh nol. (Adel
S. Sedran, et all. 1990 : 146 ).
Dioda sambungan p-n
merupakan salah satu komponen yang sangat penting baik dalam aplikasi-aplikasi
elektronik modern maupun dalam pemahaman tentang perangkat semikonduktor
lainnya (Sze Simon et all. 2011). Pentingnya
karasteristik hubungan p-n adalah, bahwa ia membentuk penyearah yang
memungkinkan kemudahan aliran muatan dalam satu arah tetapi menghambat aliran
pada arah yang berlawanan. (Albert Paul Malvino, 1985 : 29). Komponen ini
memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap aliran arus pada satu arah
dan resistansi yang sangat tinggi terhadap aliran arus, pada arah berlawanan,
(Michael Tooley, 2002 : 82). Resistansi Statis R dioda didefinisikan sebagai
perbandingan V/I dari tegangan ke arus, Resistansi R sama dengan kebalikan
kemiringan garis yang menghubungkan titik-kerja dengan pangkal koordinat,
Resistansi statis sangat luas berubah menurut harga V dan I dan merupakan
parameter yang tidak banyak digunakan (Jacob Millman, 1993 : 36).
Seperti
yang dijelaskan bahwa dalam elektronika, diode adalah salah satu komponen
penting yang banyak digunakan dalam komponen elektronika. Praktikum ini
dilaksanakan bertujuan untuk membuktikan hubungan antara tegangan input,
tegangan output dan arus listrik dalam rangkaian diode semi konduktor yang di
uji coba dengan menggunakan alat-alat yang telah disediakan.
METODE
Kegiatan praktikum atau penelitian ini
dilaksanakan di Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan IPA, Universitas
Negeri Gorontalo. Laboratorium Fisika dipilih sebagai tempat pelaksanaan
praktikum dikarenakan laboratorium memiliki fasilitas praktikum yang lengkap
dan memadai, serta telah memenuhi kriteria dilaksanakannya praktikum. Kegiatan
ini berlangsung dari tanggal 8 sampai 15 November 2014 pukul 17.00 WITA sampai
dengan selesai.
BAHAN
DAN ALAT
Dalam praktikum ini, alat
dan bahan yang digunakan diantaranya adalah
Catu daya yang berfungsi sebagai sumber tegangan input. Voltmeter berfungsi untuk mengukur tegangan
listrik yang keluar dari sumber tegangan input atau sebagai pengukur tegangan output. Amperemeter
berfungsi sebagai pengukur kuat arus listrik yang mengalir dari rangkaian diode. Papan rangkaian (PCB)
yang berfungsi sebagai tempat untuk
meletakkan komponen yaitu diode dan resistor. Pada praktikum ini, PCB yang
digunakan adalah PCB yang berlubang guna
mempermudah dalam pemasangan
diode dan resistor, Serta kabel
penghubung yang berfungsi untuk menghubungkan satu komponen dengan komponen
yang lain. Kabel penghubung merupakan salah satu alat yang penting
dalam penelitian ini, Karena tanpa kabel
penghubung, arus listrik maupun tegangan
tidak akan mengalir.
kebel penghubung ini akan disambungkan
dengan diode dan resistor yaitu dengan di solder. Dioda
berfungsi untuk menyearahkan arus listrik dari anoda ke katoda, sedangkan Resistor
berfungsi sebagai alat untuk menghambat arus sehingga menghasilkan tahanan.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum ini,
dioda dan resistor dipasang pada papan rangkaian, kemudian dioda dan resistor
dihubungkan menggunakan kabel penghubung secara seri pada amperemeter dan
diparalelkan dengan voltmeter yang kemudian dihubungkan lagi ke catu daya
sebagai sumber tegangan. Tegangan pada catu daya disebut tegangan masukan
(Vinput) dan tegangan yang ada pada voltmeter disebut dengan tegangan keluaran
(Voutput).
Adapun
hasil dari praktikum ini diperlihatkan pada tabel Hubungan antara tegangan dan
kuat arus pada dioda semikonduktor di bawah ini :
|
Vinput
(V)
|
Voutput
(V)
|
Kuat
Arus (I)
|
|
0.1
|
0.1
|
0.01
|
|
0.2
|
0.2
|
0.016
|
|
0.3
|
0.3
|
0.021
|
|
0.4
|
0.4
|
0.03
|
|
0.5
|
0.5
|
0.035
|
|
0.6
|
0.6
|
0.045
|
|
0.7
|
0.7
|
0.049
|
Tabel I : Hubungan antara tegangan dan kuat arus pada dioda semikonduktor
Berdasarkan hasil praktikum di atas,
dapat dibuat grafik Hubungan antara tegangan dan kuat arus pada dioda
semikonduktor seperti berikut :
Grafik I : Hubungan Tegangan (V) dan kuat Arus (I)
Jika kutub positif pada sumber
tegangan dihubungkan dengan kaki anoda daerah p dan kutub negatifnya dihubungkan
dengan kaki katoda daerah n, maka pada kondisi ini dioda forward bias, dioda
dapat menghasilkan energi yang besar, dimana kutub negatif sumber akan
mendorong dan menolak elektron bebas pada daerah n menuju ke junction. Adanya
tambahan energi dari sumber akan menyebabkan elektron bebas tersebut dapat
melewati junction dan melompat ke daerah p lalu jatuh ke hole. Rekombinasi
terjadi pada jarak-jarak yang bervariasi tergantung berapa lama alektron bebas
pada daerah p ini bertahan untuk tidak jatuh ke hole. Bila elektron bebas jatuh
pada hole, maka elektron ini menjadi elektron valensi, pada pita valensi ini
elektron tersebut dapat bergerak menuju kutub positif melalui hole di daerah p,
sehingga adanya aliran listrik pada dioda dengan arah yang berlawanan dengan
arah aliran elektron.
Sebaliknya jika kutub negatif pada sumber tegangan dihubungkan degan kaki
anoda daerah p dan kutub positifnya dihubungkan dengan kaki anoda daerah n,
maka pada kondisi ini dioda di revers bias, dimana elektron-elektron bebas di
sisi n berpindah dari junction kearah kutub positif sumber, hole pada sisi p
juga bergerak menjauhi junction ke arah kutub negatif sumber. Elektron bebas
pada sisi n yang bergerak kearah positif sumber akan menimbulkan lebih banyak
ion positif pada daerah kosong sisi n yang dekat dengan juction, begitu juga
dengan hole pada sisi p yang bergerak kearah kutub negatif sumber akan
menimbulkan banyak ion negatif pada daerah kosong sisi p yang dekat dengan
junction, akibatnya daerah pengosongan akan semakin lebar. Makin besar tegangan
revers bias, makin lebar pula daerah pengosongan yang terbentuk. (academia.edu,
Online).
Karakteristik volt-amper dari dioda
PN-junction dapat ditunjukkan, bahwa arus total yang mengalir lewat
PN-junction karena penggunaan tegangan V lewat hubungan diberikan oleh
Dimana :
Is = arus jenuh balik,
e = muatan satu elektron (= 1,6 x 10-19
coulomb),
k = konstanta Boltzmann (= 1,38 x 10-23 joule
oK-1)
T= temperatur dalam °K, dan η angka konstan yang tergantung pada bahan dioda. Untuk
germanium η =
1, dan untuk silikon n ≈ 2.
Jika V positif
berarti dioda diberi forward bias, dan jika V negatif berarti diberi
reverse bias. Karakteristik hubungan volt-amper dari diode
semikonduktor, ditunjukkan dalam sebuah grafik dibawah ini.(Sunny, staf
Gunadarma. Online.)
SIMPULAN
Arus listrik
dapat mengalir dalam suatu rangkaian dioda semikonduktor jika diberi forward
bias, karena karena pada keadaan tersebut diode semikonduktor memiliki tahanan
jenis yang rendah (resistansi kecil) sehingga arus yang
mengalir cukup besar, sebaliknya jika diberi revers bias, akan menyebakan
perlawanan arus sehingga arus yang mengalir sangat kecil atau dapat dikatakan
tidak ada arus yang mengalir. Sedangkan hubungan antara tegangan dan kuat arus
dari dioda semikonduktor dapat dilihat pada grafik hubungan antara tegangan dan
kuat karus pada dioda.
SARAN
Pada saat melakukan
praktikum ini, ada beberapa faktor yang menjadi penghambat, seperti
ketidaksempurnaan alat. Alat yang digunakan tidak semuanya dalam keadaan baik,
sehingga data pengukuran yang didapatkan juga kurang sesuai seperti yang
diharapkan. Sehingga kiranya, laboratorium dapat menyediakan alat yang bekerja
dengan baik, guna kesempurnaan praktikum ini selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Arifin,
Irwan. 2004. Elektronika 1. Online Diakses pada tanggal 03/12/2014, tersedian
di :
Nisa,
Diani Ainun. 2012. Krakteristik Dioda
(D1). Surabaya. Online, diakses tanggal : 03 Desember 2014, tersedia di :
https://www.academia.edu/6768662/KARAKTERISTIK_DIODA_D1
(Online diakses tanggal 03/12/2014)
Barmawi, Malvino. 1985. Prinsip-prinsip Elektronika Edisi ke-tiga
Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Malvino, Albert Paul. 1985. Aproksimasi Rangkaian Semikonduktor PengantarTtransistor dan Rangkaian
Terpadu Edisi Keempat. Jakarta : Erlangga.
Margunari, A.R. 1983. Pengantar Umum Elektroknik. Jakarta
: PT. Dian Rakyat
Millman, Jackob. 1993. Mikroelektronika Sistem Digital dan Rangkaian Analog. Jakarta :
Erlangga.
Sedra, Adel S, ett all. 1990. Rangkaian
Mikroelektronik Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga.
Sutrisno.1986. Elektronika Teori dan
Penerapannya. Bandung; ITB
Sutanto. 2006. Rangkain Elektronika Analog dan Terpadu. Jakarta: UI-Press.
Tooley, Mike. 2003. Rangkaian Elektronik Prinsip dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar