Bismillah

Bismillah

Sabtu, 10 Januari 2015

Rangkaian Setara

BAB II
PEMBAHASAN

II.I. RANGKAIAN SETARA TRANSISTOR COMMEN BASE (BASIS DITANAHKAN)
            Penguat basis yang ditanahkan digunakan sebagai penguat tegangan antara sinyal masukan dan keluaran, tetapi tidak untuk penguat arus. Pada rangkaian ini emitor merupakan input dan kolektor adalah output sedangkan basis ditanahkan. Berikut adalah rangkaian basis ditanahkan dengan tegangan catu Vcc :





Gambar 1 : Penguat basis ditanahkan dengan tgangan catu Vcc
            Jika diberi beda potensial pada rangkaian diatas maka muatan positif dari catu daya akan masuk melalui RE yang kemudian masuk ke Emitor, selanjutnya masuk ke p dan ke n disini akan terjadi panjar maju selanjutnya diteruskan ke kolektor dan masuk ke Rc, hal ini membuat kolektor mempunyai tegangan yang lebih tinggi dari basis sehingga secara otomatis akan terjadi penjar mundur dan pembalikan arus dari p (kolektor) ke n (basis) sehingga arus di Rc sama dengan nol, untuk menghindari terjadinya arus balik, maka harus dibuat tegangan yang ada di kolektor lebih kecil dari pada di basis, untuk itu dipasang panjar mundur melalui catu daya, karena tidak adanya pembalikan arus maka terjadilah daerah pengosongan sehingga basis perlu ditanahkan agar muatan terisi lagi di basis.

       A. RANGKAIAN SETARA T PADA COMMEN BASE
                        
a. Bentuk Rangkaian
                                   
           



Gambar 2 : Rangkaian setara T
              Keterangan :
                                    re : Hambatan isyrat kecil untuk sambungan pn
                                    rb : Hambatan melintang dalam basis
                                    rc : Hambatan isyarat kecil untuk sambungan pn antara basis dan kolektor yang mendapat yang mendapat panjar mundur.
                        αie : Suatu sumber arus tetap
            b. Proses Kerja
   Pada rangkaian setara T karena merupakan rangkaian isyarat kecil maka rangkaian ini merupakan suatu sumber ggl murni yang mempunyai tegangan tetap. Pada gambar dapat dijelaskan bahwa (resistor kolektor)  rC = rE - rB. Sedangkan arus basis sebanding dengan arus emitor, yaitu IC = aIE. Karena basis dihubungkan dengan tanah maka parameter a mempunyai nilai hampir sama dengan satu, yaitu :
a = 0,99 - 0,998
            c. Ciri Khas
                 - Grafik Masukan
        Berikut adalah Lengkung ciri statik transistor ditanahkan
                                   
                                    Gambar 3 : Lengkung ciri statik masukan transistor basis ditanahkan.

Pada ciri statik masukan transistor yang perlu diperhatikan yaitu perubahan VEB, jika ΔVCB pada nilai arus IB (q), dan  adalah kemiringan lengkung ciri statik masukan pada nilai VCB (q) dan IE (q).


- Grafik Keluaran
            Ciri keluaran statik menyatakan bagaimana arus kolektor iC berubah dengan VCB untuk berbagai nilai arus statik dari emitor IE
        Gambar 4 : Lengkung ciri statik keluaran transistor basis ditanahkan
                     Pada ciri keluaran transistor dengan hubungan basis ditanahkan perlu diperhatikan hal berikut :
a.    iCiE, karena iC = aiEA dan a1. Hal ini juga berarti arus keluaran iC berbanding lurus dengan arus masukan iE. Dikatakan transistor dwikutub adalah suatu piranti yang dikendalikan oleh arus.
b.   Ciri statik keluaran mempunyai kemiringan amat kecil (sangat horizontal). Ini berarti hambatan keluaran transistor yang merupakan kebalikan kemiringan ic(vCB) mempunyai nilai amat besar yaitu sama dengan hambatan isyarat kecil dioda yang ada dalam keadaan tegangan mundur, yaitu dioda sambungan kolektor basis.

            d. Hambatan Masukan (Rit)
                                   
                                   
           



                                   
                                    Gambar 5 : Menghitung hambatan masukkan
                        Pada Gambar dapat dijelaskan bahwa Vi = re ie + rb ib, jika dipasang suatu sumber tegangan (Vi) maka ii dapat dihitung melalui persamaan berikut ii =  .         

            e. Hambatan Keluaran
        Hambatan rangkaian setara T mempunyai hambatan keluaran Rot rb + re rc, dengan rb (300 Ω) « rc (1 MΩ).

       B. RANGKAIAN SETARA Z PADA COMMEN BASE
            Untuk rangkaian setara –z, pada masukan dan keluaran digunakan rangkaian Thevenin yang dimana menggunakan sumber tegangan tetap, yakni suatu sumber tegangan ideal dengan tegangan keluaran yang tidak berubah, berapapun besarnya arus yang diambil darinya. seperti pada gambar berikut :
                                     
                                    Gambar 6 : Rangkaian Setara –Z
                        Sumber tegangan tetap ZeI0 menyatakan pengaruh keluaran terhadap masukan. Degan
Vi = IiZi + I0Zr
V0 = I0Zf + I0Zr           
Keterangan :
Zi     : Impendansi masukan jika suku ke dua  I0Znol, atau jika I0 = 0, atau jika keluaran berada pada keadaaan terbuka. Parameter Zi  di sebut impendansi masukan dank e;uaran terbuka. ( I0 = 0 )
Zr      : Impendansi ahli mundur dengan msikan terbuka ( I0 = 0)
Zf     : Impendansi ahli maju dengan keluaran terbuka ( I0 = 0)
Z0    : Impendansi ahli keluaran dan masukan terbuka ( I0 = 0)
           




       C. RANGKAIAN SETARA Y PADA COMMEN BASE
            Pada rangkaian setara –y, pada masukkan dan keluaran digunakan rangkaian Norton, yang dimana Menggunakan sumber arus tetap, yang dapat menghasilkan arus tetap, berapapun besarnya hambatan yang dipasang pada keluarannya.
                                    Berikut adalah gambar rangkaian y  :
           
                                    Gambar 7 : Rangkaian setara –y
                        Dari gambar dapat dijelaskan bahwa :
            Ii = yivi + yrv0
I0 = yfvi + y0v0
Keterangan :
Yi : Admitasi masukan dengan keluaran terhubung singkat ( V0 = 0 )
Yr : Admitasi ahli mundur dengan masukan terhubung singkat ( V0 = 0 )
Yf : Admitasi ahli maju dengan keluaran terhubung singkat ( V0 = 0 )
Y0 : Admitasi keluaran dengan masukan terhubung singkat ( V0 = 0 )

Rangkaian setara –y baik digunakan jika hambatan masukan dan keluaran keduanya berharga besar seperti pada transistor arus medan ( FET ). Rangkaian setara Y yang digunakan pada pembahasan penguat frekuensi radio yaitu berkisar 100 MHZ.

D. RANGKAIAN SETARA h PADA COMMEN BASE
                 Pada Rangkaian setara –h pada masukan menggunakan rangkaian setara Thevenin, dan keluaran menggunakan rangkaian Norton. Berikut adalah rangkaian setara Thevenin dan Norton :



a. Bentuk Rangkaian





                 Sedangkan untuk keluarannya menggunakan rangkaian setaran Norton yaitu :
                 Rangkaian setara ini terdiri dari sumber tetap IN paralel dengan suatu hambatan Ro. Bila ujung keluaran Thevenin dan Norton sama-sama dihubungkan maka arus yang mengalir pada keluaran akan bernilai sama. Berikut adalah arus keluaran rangkaian Norton :
 
                 Sehingga untuk rangkaian setara parameter –h adalah sebagai berikut :
 
            Gambar 9 : Rangkaian setara parmeter –h
                        Dari gambar dapat dijelaskan bahwa :
vi = hivi + hrv0
i0 = hfii + h0v0

Keterangan :
hi : Admitasi masukan dengan keluaran terhubung singkat ( V0 = 0 )
hr : Admitasi ahli mundur dengan masukan terhubung singkat ( ii = 0 )
hf : Admitasi ahli maju dengan keluaran terhubung singkat ( V0 = 0 )
h0 : Admitasi keluaran dengan masukan terhubung singkat (ii = 0 )
           
II.2.  RANGKAIAN SETARA TRANSISTOR COMMON EMITTER (EMITOR DITANAHKAN)
Penguat emitor ditanahkan mempunyai impedansi masukan kali lebih besar dari pada penguat basis ditanhkan, dan impedansi keluaran transistor (1-α  ) lebih kecil dari pada penguat basis ditanahkan. Impedansi masukan yang tak terlelu besar dan impedansi keluaran yang tak terlalu kecil membuat penguat emitor ditanahkan sangat baik digandengkan dalam beberapa tahap tanpa banyak ketaksesuaian impedansi pada alih tegangan dari satu tahap ketahap berikutnya.
Pada emitor ditanahkan isyarat masuk melalui basis dan emitor dihubungkan dengan tanah, sedangkan keluaran diambil dari kolektor. Emitor ditanahkan mempunyai impedensi masukan lebih besar daripada basis ditanahkan, dan impedansi keluaran transistor lebih kecil daripada basis ditanahkan. Berikut adalah gambar emitor ditanahkan :










Gambar 10 : Penguat emitor di tanahkan dengan catu daya tunggal




Ø  Ciri keluaran
Lengkung ciri statik keluaran transistor jika dihubungkan emitor ditanahkan adalah seperti berikut :
a.         Sumbu tegak adalah arus kolektor iC, sumbu datar adalah beda tegangan antara kolektor dan emitor VCE dengan parameter arus basis iB.
b.        Nisbah , yang mempunyai nilai kira-kira 100, sehingga arus basis mempunyai nilai kecil. Jika arus kolektor terdapat dalam orde 1 mA, maka arus basis yang masuk adalah orde puluhan mikro amper.
c.         Jika arus iB = 0, maka iC = 0.
d.        Jika Lengkungan ciri statik masing-masing arus basis iB mempunyai kemiringan yang benar, yang berarti impedansi keluaran transistor yang sebanding dengan kebalikan kemiringan lengkungan ciri mempunyai nilai kecil, makin besar arus basis iB makin besar kemiringannya.
Ø  Ciri statik masukkan
ciri statik masukan transistor dengan hubungsn emitor ditanahkan.
a.         Sumbu tegak adalah arus basis iyang mempunyai nilai dalamA dan sumbu datar adalah VBE.
b.        Pada VCE = 0 arus basis naik dengan cepat dibandingkan dengan nilai VCE yang lain.
Ø  Penguat Common Emitor mempunyai karakteristik sebagai berikut :
a.         Sinyal outputnya berbalik fasa 180 derajat terhadap sinyal input.
b.        Sangat mungkin terjadi osilasi karena adanya umpan balik positif, sehingga sering dipasang umpan balik negatif untuk mencegahnya.
c.         Sering dipakai pada penguat frekuensi rendah (terutama pada sinyal audio)
d.        Mempunyai stabilitas penguatan yang rendah karena bergantung pada kestabilan suhu dan bias transistor. 
Ø  Karakteristik:
a.         Common emitter memiliki resistansi input (Ri) dan resistansi output (Ro) yang besar, dan penguatannya cukup besar tetapi berbeda fasa sebesar π. Ri = Rb   Rπ     Ri  ≈rπ dan RO = RCRO   RO ≈ RC
b.        Common emmiter berfungsi sebagai penguat tegangan, VO>VI  , VO menjadi lebih besar karena melawan turunnya VOoleh arus beban sehingga keluaran VO tetap.
c.  Pada common emmitor arus masukan (Ii) dan arus keluaran (IO) memiliki arus yang disebut dengan β. β= α1-α dan β=ICIB,  α=ICIE.
A. RANGKAIAN SETARA T PADA COMMON EMITTER
       




Gambar 11 : Rangkaian Setara T untuk transistor dengan hubungan emitor ditanahkan.
Sumber arus terhadap arus masukkan adalah ib1 sehingga hubungan antar ie dan ib yaitu ib yaitu :
ib = ie – ic = (1- α) atau ie =  ib
sehingga untuk arus α ie =  ib = β ib
  Jika dipasang suatu sumber tegangan Vo dan ditarik arus io pada re maka akan mengalir io yang menyebabkan sumber αio dan arus (1 + α) io mengalir pada re. Akibatnya :
Vo = (1 - α) io rc + io re dan
   Ro =  = (1 - α) rc + re + =  + re
Sehingga untuk rangkaian setara t untuk transistor dalam hubungan emitor ditanahkan adalah seperti berikut :
  
       D. RANGKAIAN PARAMETER H PADA COMMON EMITTER
                                   
                       
           



            Gambar : Rangkaian setara parameter –h untuk transistor emitor ditanahkan
            Dari gambar diperoleh
                        Vi = hie ib + hre Vo
                                Ie = hfe + hoe Vo
                        Untuk lengkung masukan parameter  h tidak banyak dipengaruhi oleh Vce.
II.3 RANGKAIAN SETARA TRANSISTOR COMMON COLLECTOR ( KOLEKTOR DI TANAHKAN)
      
           




            Gambar : Rangkaian Penguat Kolektor ditanahkan
Pada penguat kolektor ditanahkan, kolektor dihubungkan langsung dengan Vcc. Isyarat masukan rangkaian ini melalui basis, dan emitor dihubungkan dengan suatu hambatan kepada tanah, sedangkan keluaranya diambil emitor. Penguat kolektor ditanahkan juga disebut pengikut emitor (emitter-fllower). Pengikut emitor mempunyai penguat tegangan kurang dari satu, dan mempunyai impedansi masukkan tinggi, dan impedansi keluaran rendah.
             

           





Gambar 12 : Rangkaian setara penguat kolektor ditanahkan dengan parameter –h
Yang perlu diperhatikan pada penguat kolektor ditanahkan  untuk parameter h adalah Tegangan isyarat masukkannya yaitu :
Vi = ib hie + ( 1 + hef ) ib ( Re //  )






      
BAB III
PENUTUP
III.1 SIMPULAN
1.  Karakteristik masukan transistor basis ditanahkan mempunyai bentuk kurva yang sama dengan karakteristik dioda dicatu maju, dengan kemiringan  kali lebih besar dari common emitor, dengan nilai VCB yang berbeda-beda sudut kemiringannya semakin besar.
2.  Dari grafik karakteristik masukan transistor basis ditanahkan dengan VCB yang berbeda-beda dapat diperoleh nilai hib (impedansi masukan dengan keluaran terhubung singkat vo=0) dan hrb (nisbah tegangan balik dengan masukan terbuka ii=0).
3.  Dari grafik karakteristik keluaran transistor basis ditanahkan dengan IE yang berbeda-beda dapat diperoleh nilai hfb (nisbah arus maju dengan keluaran terhubung singkat vo=0) dan hob (admitansi keluaran dengan masukan terbuka ii=0). Dengan sudut kemiringan yang sangat kecil (sangat horizontal), dengan IC berbanding lurus dengan IE, dikatakan transistor dwikutub suatu piranti yang dikendalikan oleh arus.
4.  Karakteristik transistor basis ditanahkan jika kita bandingkan dengan transistor emitor ditanahkan. Common basis mempunyai hambatan masukan  kali lebih kecil, dan hambatan keluaran  kali lebih besar.
5. Common emitter memiliki resistansi input (Ri) dan resistansi output (Ro) yang besar, dan penguatannya cukup besar tetapi berbeda fasa sebesar π. Ri = Rb   Rπ     Ri  ≈rπ dan RO = RCRO   RO ≈ RC.
6. Common emmiter berfungsi sebagai penguat tegangan, VO>VI  , VO menjadi lebih besar karena melawan turunnya VOoleh arus beban sehingga keluaran VO tetap.
7. Pada common emmitor arus masukan (Ii) dan arus keluaran (IO) memiliki arus yang disebut dengan β. β= α1-α dan β=ICIB,  α=ICIE.
8.  Pada penguat kolektor ditanahkan, kolektor dihubungkan langsung dengan Vcc. Isyarat masukan rangkaian ini melalui basis, dan emitor dihubungkan dengan suatu hambatan kepada tanah, sedangkan keluaranya diambil emitor.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar