Bahan Ajar
GELOMBANG DAN KARAKTERISTIKNYA
1. Pengertian Gelombang
Coba
kalian menjatuhkan batu ke dalam air yang tenang. Apa yang terjadi? Pada air
itu akan terjadi gelombang, air mendapat gangguan, sehingga terjadi getaran,
Jadi gelombang adalah bentuk dari getaran yang merambat pada suatu medium. Pada
gelombang terjadi perambatan energi getaran. Gelombang adalah proses merambatnya
suatu getaran tanpa disertai perpindahan medium yang hanya dipengaruhi oleh
perpindahan energinya. Contohnya gelombang pada tali, pada air yang dijatuhkan
batu, dan gelombang di laut. Apakah semua gelombang itu sama?
Ternyata semua gelombang itu dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis sesuai
sifat kemiripannya contohnya dapat dibagi berdasarkan arah rambat dan arah
getarnya, gelombang dapat dibagi
menjadi dua. Pertama, gelombang transversal yaitu
gelombang yang arah rambat tegak lurus pada arah getarnya. Contohnya
gelombang air, dan pada tali. Kedua, gelombang longitudinal yaitu
gelombang yang arah rambat dan arah getarnya sejajar. Contohnya gelombang
pegas dan bunyi. Perbedaan kedua gelombang ini dapat kalian lihat pada Gambar
1 dan 2.
2. Karakteristik Gelombang
Gejala gelombang pada
slinky atau tali tersebut terjadi karena getaran yang merambat pada slinky atau
tali. Gelombang transversal adalah
gelombang yang arah rambatnya tegak lurus dengan arah getarnya. Contoh
gelombang jenis ini adalah gelombang pada tali. Sedangkan gelombang
longitudinal adalah
gelombang yang memiliki arah rambat sejajar dengan arah getarnya. Contoh
gelombang longitudinal adalah gelombang pada slinky.
Untuk
memahami pengertian panjang gelombang, perhatikan gambar berikut.
![]() |
Gambar 3 : Panjang Gelombang
abc, efg adalah bukit gelombang cde, ghi adalah lembah
gelombang titik b, f adalah puncak gelombang titik d, h adalah dasar gelombang
abcde, bcdef, cdefg, dan seterusnya adalah satu gelombang. Panjang a–e, b–f,
c–g, d–h, dan seterusnya adalah panjang satu gelombang atau sering disebut
panjang gelombang (λ = dibaca lamda). Pada gambar di atas maka λ = l .
Untuk gelombang longitudinal, panjang satu gelombang adalah
panjang satu rapatan dan satu regangan atau jarak antardua rapatan yang
berurutan atau jarak antara dua regangan yang berurutan seperti pada gambar
gelombang longitudinal pada slinky berikut.
Gambar 4 : slinki
b. Periode
Gelombang
Periode gelombang (T), yaitu waktu yang diperlukan untuk
menempuh satu gelombang. Pada gambar panjang gelombang diatas yang dimaksud T
adalah waktu yang diperlukan gelombang untuk membentuk satu gelombang dari
titik a – e (l).
Frekuensi gelombang (f), yaitu jumlah gelombang tiap sekon.
Yaitu berapa banyak satu siklus gelombang penuh (dari titik a-f) yang terbentuk
dalam 1 detik.
atau dapat juga dituliskan sebagai berikut :
v = λ . f
Keterangan
:
S
adalah jarak yang ditempuh dalam t sekon, sedangkan t adalah periode (t = T).
Persamaa tersebut dinamakan persamaan dasar gelombang.
3. Sifat-Sifat umum Gelombang
Gelombang mempunyai beberapa sifat
umum, yaitu:
a.
Gelombang dapat mengalami pemantulan (refleksi)
Pada setiap pemantulan
gelombang akan berlaku sudut datang gelombang sama dengan sudut pantulnya.
Gelombang datang, garis normal dan gelombang pantul terletak pada satu bidang
datar. Pemantulan gelombang dapat terlihat pada dinding kolam, bila pada
permukaan air kolam yang tenang diberikan usikan atau gangguan maka pada
permukaan air akan timbul gelombang berbentuk lingkaran yang mengembang. Bila
gelombang sampai pada dinding kolam akan timbul pula gelombang pantul, tetapi
arah mengembang berlawanan arah dengan gelombang datang.
b.
Gelombang dapat mengalami pembiasan (refraksi)
Bila dalam
perambatannya, sebuah gelombang melewati bidang batas dua medium, maka arah
gelombang datang tersebut akan mengalami pembelokkan, arah pembelokkan
gelombang ini disebut dengan pembiasan. Hukum Snellius menyebutkan, “bila
gelombang datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat maka gelombang
akan dibiaskan mendekati garis normal, dan sebaliknya” Jadi dalam pembiasan
gelombang besar kecepatan gelombang akan berubah, demikian juga panjang
gelombangnya akan berubah, yang tetap adalah frekuensi gelombang.
c.
Gelombang dapat mengalami penggabungan (interferensi)
Apa yang terjadi bila
dua buah gelombang atau lebih saling bertemu? Pada benda pertemuan akan
menyebabkan terjadinya tumbukan, benda yang satu akan terpental dari benda yang
lain. Tumbukan seperti itu tidak pernah terjadi pada gelombang, dua gelombang
yang bertemu akan saling lewat begitu saja seakan – akan merambat sendiri –
sendiri tanpa halangan. Untunglah demikian, karena jika tidak kita tentu
mengalami banyak kesulitan dalam berkomunikasi. Orang yang bercakap – cakap
tidak akan dapat mendengarkan perkataan lawan bicaranya karena terbentur oleh
suaranya sendiri. Perpaduan antara dua buah gelombang atau lebih pada suatu
tempat pada saat yang bersamaan itulah yang di sebut interferensi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar